Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jakarta Bersiap Batasi Penggunaan Sepeda Motor

KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMotor terjebak kemacetan saat jam pulang kerja di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (11/11/2014). Selama Desember Pemprov DKI Jakarta akan membatasi kendaraan roda dua melintas Jalan MH Thamrin mulai dari Bundaran Hotel Indonesia sampai Istana Merdeka.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar menyatakan seluruh sarana dan prasarana pendukung untuk kawasan pelarangan sepeda motor di Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat telah siap. Ia pun menegaskan peraturan tersebut akan siap dilaksanakan mulai lusa, atau tepatnya Rabu (17/12/2014). 

"Kita sudah siapkan rambu, kemudian sosialisasi juga sudah kita lakukan. Pergub juga sudah ditandatangani, busnya pun sudah siap. Petugas juga sudah konsolidasi sejak satu minggu yang lalu. Mudah-mudahan nanti lancar," kata Akbar, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (15/12/2014). 

Akbar kembali menegaskan tujuan dari penerapan peraturan kawasan pelarangan sepeda motor adalah demi menciptakan ketertiban berlalu lintas dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang didominasi oleh pengguna sepeda motor. [Baca: Ahok: Saya Enggak Ada Kewajiban Sediakan Parkir Motor untuk Anda]

"Tidak kurang dari 2.000 orang meninggal di dunia. Tetapi jumlah 2.000 orang meninggal itu tidak menimbulkan kekhawatiran sebagian masyarakat. Terlihat dari perilaku sepeda motor yang masih membahayakan, seperti melawan arus dan menerobos lampu merah," ujar Akbar. 

"Dari pengalaman kota yang sudah melakukan ini ya, seperti di Guangzhou (Tiongkok), mereka bisa mengurangi kecelakaan sampai 40 persen kecelakaan lalu lintas," ia menambahkan. 

Meski mengakui ruas Jalan Thamrin dan Medan Merdeka Barat bukan merupakan kawasan dengan tingkat kecelakaan tertinggi, Akbar menyatakan pemilihan kedua ruas jalan itu karena sudah baiknya layanan angkutan umum di lokasi tersebut. 

"Kita memulai yang kondisi kendaraan umumnya sudah bagus. Kemudian yang relatif petugasnya ada. Ya paling pas ya kedua jalan itu," kata mantan Kepala BLU Transjakarta itu. 

Pelarangan sepeda motor rencananya akan berlaku setiap hari tanpa hari pengecualian. Jadi, peraturan akan tetap berlaku pada hari Minggu ataupun hari libur lainnya. Di sepanjang zona pelarangan sepeda motor akan dioperasikan bus gratis yang akan beroperasi dari pukul 06.00 hingga pukul 22.00. 

Di luar jam tersebut, warga bisa menggunakan transjakarta koridor I angkutan malam hari (amari) ataupun taksi.

Penulis : Alsadad Rudi
Editor : Desy Afrianti

Aplikasi Qlue Eror, Ahok Dikritik Warga

KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTOGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama


JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baru saja meluncurkan Qlue, aplikasi yang memungkinkan warga melaporkan keluhannya kepada aparat pemerintah. Aplikasi ini terintegrasi dengan smartcity.jakarta.go.id dan bisa diunduh di Android Play Store. Rencananya, aplikasi ini terintegrasi dengan aplikasi Crop yang diunduh aparat pemerintah. Sayangnya, banyak warga yang kecewa dengan aplikasi ini. 

Salah satunya adalah Luqman Rimadi (26), seorang karyawan swasta di kawasan Senayan, Jakarta Selatan. Luqman mengaku berhasil meng-install aplikasi ini. Hanya, ia gagal melakukan registrasi. 

"Pas install dan memasukkan nama dan umur, Qlue-nya 'bilang', 'name has been used', kan berarti saya sudah terdaftar. Tapi, pas saya coba login, 'dibilangnya' 'your account is not active', sudah berkali-kali saya coba sampai kapok," kata Luqman, kepadaKompas.com, Senin (15/12/2014). 

Padahal, lanjut dia, saat peluncuran aplikasi ini, ia ingin melaporkan banyak permasalahan di kawasannya. Warga Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, itu mengimbau Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama tidak terburu-buru meluncurkan sebuah aplikasi jika sistemnya tidak siap. 

"Sekarang gimana mau ngadu? Harusnya dipersiapkan lebih matang dulu sebelum diluncurkan. Kalau bahasa anak sekarang, Ahok jangan PHP (pemberi harapan palsu) warga-lah. Warga sudah berharap bisa beri masukan langsung ke Gubernur, eh malah kecewa," kata Luqman. 

Tak hanya Luqman, Abdul Rozak (28) juga gagal melakukan registrasi. Warga Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, itu mengaku ingin mengadukan banyaknya "cabe-cabean" yang kerap mangkaldi dekat kantor Kelurahan Kebon Baru. Menurut dia, "cabe-cabean" itu sudah meresahkan warga lantaran kerap membuat jalanan macet setiap malam. 

"Saya selama ini sulit mengadu. Tapi, ternyata aplikasinya juga belum siap. Mungkin besok-besok saya coba lagi registrasi, tadi gagal 'dibilangnya' 'javascript error' terus," kata Rozak. 

Kekecewaan juga diungkapkan oleh Bintang (28). Ia berharap lurah dan camat lebih tanggap atas pengaduan warga melalui teknologi canggih ini. 

"Gimana mau melaporkan kalau tidak bisa registrasi. Nanti kalau sudah berhasil dan kami laporan ke lurah camat, ada tindakan enggak ke depannya? Karena kemarin-kemarin laporan warga secara manual saja sering enggak dikerjain, gimana sekarang. Lurah dan camat apa semuanya melek gadget?" kata warga Pasar Rebo, Jakarta Timur, itu. 

Penulis : Kurnia Sari Aziza 
Editor : Hindra Liauw

Sering Kecelakaan, Warga Minta Jalur Bus Transjakarta di Bidaracina Dipagar



WARTA KOTA/MOHAMMAD YUSUFSeorang warga terluka parah tertabrak bus Transjakarta JMT-035 plat nomot B 7455 IX, koridor VII jurusan PGC-Ancol, di Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (15/12/2014).
JAKARTA, KOMPAS.com — Jalur bus transjakarta di Jalan Otista Raya, Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur, atau tepat di depan gang kantor Kelurahan Bidaracina disebut kerap terjadi tabrakan. Oleh karenanya, warga meminta agar pembatas jalan atau trotoar yang ada di tengahnya dipagari saja.
"Tolong usulkan ke pemerintah ini ditutup semua. Percuma ada jembatan penyeberangan. Ini dibikin jalur 'khusus' kayak begitu enggak ditutup, orang ya enggak mau naik ke atas jembatan," kata Arnold, salah seorang tukang parkir di sebuah minimarket depan lokasi kejadian, kepada Kompas.com, Senin (15/12/2014).

Menurut Arnold, sopir bus transjakarta tentu berpikir bahwa orang akan menyeberang naik jembatan. Kata dia, sebelumnya sudah sering terjadi kasus seperti ini.

"Tetapi, kejadiannya beberapa bulan lalu," ujar Arnold. Joni (72), pengurus ojek setempat, mengatakan, kesadaran masyarakat untuk memilih jembatan sebagai fasilitas untuk menyeberang di lokasi itu masih rendah. [Baca: Warga Melihat Penyeberang yang Tertabrak Transjakarta Pakai "Earphone"]


"Karena dia pikir gampang. Kita marah juga enggak bisa. Malah lebih galak dia. Apalagi anak sekolah, nanti dipukul kita yang salah," ujar Joni. "Kalau kita mintanya dipagar saja. Biar selamat, mencegah kecelakaan. Soalnya di sini sudah sering. Kalau jembatan sudah enggak ada fungsinya. Itu mesti dipagari dulu baru orang naik ke atas jembatan," ujar dia.

Pantauan Kompas.com, jalur bus transjakarta di lokasi seorang pejalan kaki tertabrak memang kerap dijadikan warga sebagai lokasi penyeberangan sembarangan. Warga tidak menggunakan jembatan penyeberangan orang yang ada di atasnya. Sedikit pagar yang ada pun sudah terlihat dalam keadaan rusak. Besi-besinya sudah hilang entah ke mana.

Penulis : Robertus Belarminus
Editor : Desy Afrianti

Mulai Hari Ini, Ada Tambahan 31 Jadwal Keberangkatan KRL

IWAN SETIYAWAN (SET

Kereta Komuter - Rangkaian KRL commuter line melintas di jalur di kawasan Kalibata, Jakarta beberapa waktu lalu

JAKARTA, KOMPAS.com - PT KAI Commuter Jabodetabek mulai Senin (8/12/2014) menambah jadwal perjalanan KRL Commuter Line. Ada tambahan 31 jam keberangkatan.

Rincian dari tambahan jam keberangkatan tersebut adalah 11 jadwal perjalanan dari dan menuju Bekasi, lalu delapan jadwal baru untuk rute dari dan menuju Depok dan Bogor, serta 12 jadwal bolak-balik Tangerang.

Khusus untuk perjalanan dari dan menuju Depok dan Bogor, dari delapan penambahan perjalanan, sebagian diperuntukan untuk rute yang berangkat dari dan menuju Jakarta Kota--melewati jalur layang--dan sebagian lagi untuk yang berangkat dari dan menuju Jatinegara--melewati jalur lingkar.

"Dengan penambahan tersebut, maka total perjalanan KRL di Jabodetabek menjadi 724 per hari," kata Manajer Komunikasi PT KCJ Eva Chairunisa melalui keterangan tertulisnya, Senin. Berikut ini jadwal KRL Commuter Line setelah penambahan ini:

1. Dari dan menuju Tangerang
* Jam keberangkatan rute Stasiun Tangerang-Duri: 07.00 - 08.30 - 10.00 - 16.00 - 17.40 - 19.25
* Jam keberangkatan rute Stasiun Duri-Tangerang: 07.40 - 09.10 - 10.40 - 16.40 - 18.05 - 20.05

2. Dari dan menuju Bekasi 
* Jam keberangkatan rute Stasiun Bekasi-Jakarta Kota: 06.26 dan 08.18
* Jam keberangkatan rute Stasiun Bekasi-Manggarai: 18.03 - 19.46 - 21.20
* Jam keberangkatan rute Stasiun Manggarai-Bekasi: 05.49 - 17.27 - 19.06 20.35
* Jam keberangkatan rute Stasiun Jakarta Kota-Bekasi: 07.12 dan 09.14

3. Dari dan menuju Depok dan Bogor
* Jam keberangkatan rute Stasiun Bogor-Jatinegara : 11.37
* Jam keberangkatan rute Stasiun Bogor-Jakarta Kota: 08.00
* Jam keberangkatan rute Stasiun Depok-Jakarta Kota: 15.46
* Jam keberangkatan rute Stasiun Jakarta Kota-Bogor:09.40 dan 16.58
* Jam keberangkatan rute Stasiun Jatinegara-Depok:13.52
* Jam keberangkatan rute Stasiun Depok-Bogor: 07.05
* Jam keberangkatan rute Stasiun Bogor-Depok: 18.55

Penulis : Alsadad Rudi
Editor : Palupi Annisa Auliani


Sumber : Kompas

Dirut BPJS Kesehatan: Daftarlah Selagi Sehat!

Kamis, 4 Desember 2014 | 20:08 WIB

Tribun Jabar/Gani KurniawanPendaftaran program BPJS.


JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Nasional (BPJS) Kesehatan, Fahmi Idris, meminta masyarakat untuk mendaftar BPJS selagi sehat.


"Untuk jaminan kesehatan ini, harus kita dorong kepada masyarakat bahwa mendaftar selagi sehat itu penting," ujar Fahmi Idris di kantor BPJS Kesehatan, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih (4/12/2014). 

Fahmi mengatakan, prinsip utama yang diterapkan dalam program jaminan kesehatan adalah sistem gotong royong. Artinya, biaya pengobatan peserta BPJS yang sedang sakit akan dibantu oleh masyarakat lain yang membayar iuran tiap bulan. Namun, pada aplikasinya, tidak jarang beberapa warga mendaftar BPJS ketika sakit dan membayar iurannya. Setelah sembuh, pembayaran tidak dilanjutkan kembali. 

Hal itu, kata Fahmi, membuat sistem gotong royong tidak berjalan efektif untuk jangka panjang. "Prinsipnya, yang sehat membantu yang sakit, yang muda bantu yang tua, yang mampu bantu yang tidak mampu," ujar Fahmi. 

Fahmi mengatakan, praktik pendaftaran BPJS kesehatan hanya ketika sakit dapat mengganggu kelangsungan program.


Penulis : Jessi Carina
Editor : Hindra Liauw


Sumber : Kompas.com News

Ini Kata Dirut BPJS soal Broadcast Message Penolakan Anak di 22 Rumah Sakit

Jumat, 5 Desember 2014 | 07:06 WIB

Tribun Jabar/Gani KurniawanPendaftaran program BPJS.


JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Fahmi Idris angkat bicara mengenai beredarnya broadcast message atau pesan berantai tentang layanan BPJS yang kurang baik. Fahmi mengaku pihak BPJS telah mengonfirmasi hal tersebut dengan pihak keluarga.

"Jadi ini kronologisnya tidak seperti yang di media sosial. Kita sudah konfirmasi bahwa semuanya di-handle sebagaimana seharusnya," ujar Fahmi di Jakarta, Kamis (4/12/2014).

Broadast message yang dimaksud Fachmi adalah pesan untuk menyampaikan ke Jokowi tentang penolakan BPJS di 22 rumah sakit di Jakarta. Fahmi mengatakan, pasien tersebut telah diterima dengan baik di RS Pasar Rebo. Akan tetapi, ternyata pasien membutuhkan tindakan lebih lanjut terhadap sakit yang dideritanya.

RS Pasar Rebo belum memiliki fasilitas untuk menangani penyakit si pasien. Akhirnya, pasien dirujuk ke RS Tarakan.

"Disana sudah di-handle dengan baik sebagaimana tindakan kedokteran. Semua sudah dijalankan sesuai prosedur seharusnya," ujar Fahmi.

Beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama geram karena ada pesan berantai (broadcast message) melalui BlackbBerry Messenger (BBM) tentang layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang kurang baik. Ahok menegaskan kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan pesan berantai tersebut.

"Kamu langsung hubungi kita dong. Kasih tahu kita rumah sakit yang kurang ajar yang mana, kutempeleng di depan kau," kata Ahok di rumah dinas Gubernur DKI, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/11/2014).

Padahal, Ahok mengetahui langsung bahwa pasien yang bersangkutan telah tertangani dengan baik di salah satu rumah sakit. Namun, banyaknya tangan nakal membuat pesan berantai lama itu kembali muncul. Bahkan Ahok menilai bisa saja pesan berantai itu dikeluarkan kembali satu tahun kemudian.


Penulis : Jessi Carina
Editor : Fidel Ali Permana

Sumber : Kompas.com News

Diskriminatif, Larang Sepeda Motor Lewati Jalan Sudirman-Thamrin

Jumat, 5 Desember 2014 | 05:23 WIB

Kompas.com/Unoviana KartikaHujan deras mengguyur Jalan Sudirman-Jalan Thamrin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelarangan sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat dianggap sebagai kebijakan yang diskriminatif.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi Partai Gerindra Muhammad Sanusi mengatakan alasan tingginya angka kecelakaan sepeda motor dijadikan dasar dilakukan pelarangan sepeda motor melintas di jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat tidak logis.

"Kalau kecelakaan motor itu biasanya ada lubang. Tapi kalau ada kecelakaan, harusnya pemerintah bukan melarang menurut saya, ini karena ketidakberdayaan pemerintah megelola manajemen traffic," ungkap Sanusi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (4/12/2014).

Dikatakannya, kebijakan tersebut mirip dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemerintah mengeluarkan kebijakan tidak memikirkan lebih jauh dampaknya terhadap masyarakat kecil.

"Ini namanya diskriminatif. Undang-undang dibuat harus punya atau didasari rasa keadilan. Kalau dasarnya takut kecelakaan ya buat jalur. Terus kalau mau paksa orang tidak naik motor, paksa juga orang untuk tidak naik mobil," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar menjelaskan dalam tiga tahun terakhir 1.944 orang meninggal dunia akibat kecelakan kendaraan bermotor yang didominasi pengguna sepeda motor. Untuk pelarangan sepeda motor tersebut, Pemprov DKI menyiapkan sekitar 10 bus tingkat gratis yang disediakan khusus untuk pemotor dari Bundaran HI.

Dengan kebijakan tersebut, ia menilai lalu lintas di jalan Thamrin dan Medan Merdeka Barat akan lebih baik. Pasalnya, perilaku pemotor selama ini sering mengintimidasi pejalan kaki di trotoar dan pengguna sepeda.

"Dengan tidak adanya sepeda motor, kita tidak hanya melihat apakah lalu lintas menjadi lebih tertib, tetapi juga apakah jumlah pejalan kaki dan pengguna sepeda meningkat, mengingat selama ini mereka adalah kelompok yang selama ini sering diintimidasi para pengguna sepeda motor," ungkapnya. (Adi Suhendi)


Editor : Fidel Ali Permana
Sumber : Tribun Jakarta


Sumber : Kompas.com News

Sambangi Keluarga ABK Oryong 501 yang Tewas di Laut Bering, Nusron Wahid Pimpin Doa

Jumat, 5 Desember 2014 | 06:04 WIB

YONHAP / AFPKapal ikan Oryong 501 yang tenggelam di Laut Bering, Rusia, Senin (1/12/2014).


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid, Kamis (4/12/2014) malam, mengunjungi kediaman keluarga Mukhtar Mokodompit (35), salah satu korban tewas dari tenggelamnya kapal ikan Oryong 501.


“Sabar ya, Bu. Besok akan kami panggil perusahaan untuk mengurus klaim asuransinya. Doakan berhasil ya, Bu. Sabar dan doakan agar (mukhtar) diberi yang terbaik oleh Allah” ujar Nusron, di rumah keluarga Mukhtar di Jalan Lodan Dalam II B Pademangan, Jakarta Utara.

Nusron diterima istri Mukhtar dan dua anaknya. "Nanti apapun yang terjadi, pemerintah akan membantu menerbangkan jenazah almarhum kembali ke Indonesia,” janji dia.

Mukhtar adalah salah satu warga negara Indonesia yang bekerja di kapal berbendera Korea Selatan tersebut. Dia bekerja di kapal yang karam pada Senin (1/12/2014) itu sejak 6 Maret 2014, lewat perusahaan pengirim tenaga kerja PT Koindo Maritime Power yang berkantor di Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Nusron mendatangi keluarga Mukhtar ini bersama Direktur Mediasi dan Advokasi, Teguh Hendro Cahyono, Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jakarta Gatot Hermawan, Humas BNP2TKI, staf dari Direktorat perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, serta jajaran staf BP3TKI Jakarta.

“Yang terpenting jika ada apa-apa agar terus berkomunikasi dengan kita, Bu," imbuh Nusron. "Nanti jika sudah ada kabar kapan akan dipulangkan, kami beri tahu dan (kita) jemput bareng-bareng. Semuanya akan ditanggung pemerintah, Ibu tenang dan berdoa agar (Mukhtar) diberikan yang terbaik oleh Allah” lanjut Nusron.

Dalam kunjungan ini, Nusron juga menyerahkan santunan dari BNP2TKI. Dia pun memimpin doa bersama keluarga untuk Mukhtar maupun para korban dari musibah karamnya kapal itu.


Editor : Palupi Annisa Auliani


Sumber : Kompas.com News

Sepanjang 2014, 176 Kereta Bekas Jepang Masuk ke Indonesia

Jumat, 5 Desember 2014 | 08:03 WIB

Nadia ZahraGerbong khusus wanita dalam rangkaian kereta KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.


JAKARTA, KOMPAS.com - PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) kembali mendatangkan kereta dari Jepang. Enam belas unit kereta itu tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat (5/12/2014). 



Manajer Komunikasi PT KCJ Eva Chairunisa mengatakan, kedatangan 16 unit kereta pada Desember ini menjadi penutup dari program pengadaan kereta dari Jepang selama 2014. 


"Enam belas unit kereta didatangkan kali ini merupakan bagian terakhir dari program pengadaan kereta untuk tahun 2014 ini. Dengan kedatangan 16 unit, maka secara keseluruhan tahun ini PT KCJ telah membeli 176 unit kereta dari Jepang (sepanjang 2014)," kata Eva melalui keterangan tertulisnya. 

Eva menjelaskan, seperti kedatangan sebelumnya, 16 unit kereta yang tiba kali ini merupakan kereta tipe 205 yang sebelumnya telah digunakan untuk layanan transportasi publik di kota-kota yang ada di Negeri Sakura itu. 

Kereta-kereta ini nantinya akan digunakan pada layanan KRL commuter line. Menurut Eva, pengadaan kereta dari Jepang sudah dilakukan sejak 2008 hingga 2014. Total dalam kurun waktu tersebut, jumlah kereta yang didatangkan oleh PT KCJ adalah 664 unit. 

"Tambahan KRL yang dibeli dari Jepang ini akan digunakan untuk menggantikan kereta yang memerlukan perawatan dalam waktu panjang," ucap Eva.

Tak hanya untuk menggantikan kereta lain yang membutuhkan perawatan, menurut Eva, pengadaan kereta dari Jepang juga bertujuan untuk menambah jumlah perjalanan commuter line. 

"Sejak Januari hingga November 2014 PT KCJ telah menambah sekitar 137 perjalanan KRL, dan mulai Senin 8 Desember mendatang, jumlah perjalanan akan kembali ditambah," pungkas Eva.


Penulis : Alsadad Rudi
Editor : Kistyarini

Sumber : Kompas.com News

Jakarta Rugi Gara-gara Larangan Rapat di Hotel




Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) kehadiran Pegawai Negeri Sipil (PNS).



Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menerapkan aturan larangan menggelar rapatdan kegiatan di hotel bagi lembaga pemerintah atau kementerian dinilai tidak masuk akal.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, bagi kota seperti Jakarta yang kegiatan jasa menjadi salah satu roda penggerak ekonomi utama, dampak pelarangan ini akan sangat besar.

"Jakarta sebagai kota jasa dengan banyak dibangunnya hotel salah satu alasannya karena ada pangsa pasar dari sektor pemerintah. Dan itu juga turut mendorong roda perekonomian," ujar Sarman saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Rabu (3/12/2014).

Dia menjelaskan, pemerintah baik pusat maupun daerah tidak bisa begitu saja terlepas dari pengadaan kegiatan di luar gedung pemerintah, seperti di hotel. Namun untuk menghemat anggaran tidak bisa begitu saja diterbitkan larangan untuk mengadakan kegiatan di hotel.

"Kalau untuk kegiatan yang wajar ya silahkan saja. Memang hal-hal yang tidak perlu di hotel. Tapi tetap harus ada (di hotel), tinggal dipilih saja mana yang perlu di hotel mana yang tidak. Kalau kegiatan yang pesertanya banyak ya tidak ada salahnya di hotel. Kalau pesertanya banyak tapi tidak boleh di hotel malah akan jadi pemborosan," jelas dia.

Sarman mengungkapkan, dilihat dari hitung-hitungan, jika lembaga pemerintah atau kementerian menyewa ruangan non-hotel untuk suatu kegiatan justru akan jauh lebih boros.

Menurut dia, jika suatu kegiatan instansi pemerintah dilaksanakan di hotel akan lebih hemat karena semuanya telah dihitung dalam satu paket dan biasanya mendapatkan diskon.

"Misalnya pesertanya sekian banyak, itu untuk gedungnya sudah tidak kena charge lagi, ruangan dan fasilitasnya sudah gratis. Kalau sewa gedung tersendiri, ruangnya dan masing-masing fasilitas seperti konsumsi, sound system, panggung dan lain-lain harus bayar lagi. Ini malah semakin mahal dan tidak efektif," tandasnya. (Dny/Ahm)

Sumber : http://bisnis.liputan6.com/

"Orchard Road" versi Jakarta Cuma Mimpi!



TRIBUNNEWS/HERUDIN Proyek jalan layang non-tol Kampung Melayu-Tanah Abang, yang melintasi Satrio International Shopping Belt di Jl Prof Dr Satrio, Jakarta Selatan, Rabu (3/4/2013). Jalan layang non tol ini diapit fasilitas belanja seperti Kuningan City, Mal Ambassador, ITC Kuningan, dan Lotte Shopping Avanue @ Ciputra World Jakarta.





JAKARTA, KOMPAS.com - Obsesi Jakarta menyulap koridor Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, sebagai koridor khusus wisata dan belanja atau beken disebut Satrio International Tourism and Shopping Belt mirip dengan Orchard Road di Singapura, dianggap hanya mimpi.
Mimpi tersebut bahkan tidak akan terwujud selamanya bila kondisi perkotaan di sekitar koridor Satrio secara umum tidak mendukung. Kendati saat ini Pemprov DKI Jakarta tengah membangun dan memperbaiki jalur pedestrian di kawasan tersebut.

Komisaris Hanson Land Group, Tanto Kurniawan, menyatakan pendapatnya terhadap pembangunan koridor khusus yang digagas maestro properti Indonesia, Ciputra, kepadaKompas.com, Rabu (3/12/2014). 

""Orchard Road" versi Jakarta cuma mimpi. Dan mimpi itu tidak akan terwujud selamanya bila kondisi Jakarta tidak ada perbaikan. Terlebih di koridor Satrio yang semrawutnya minta ampun. Sabuk khusus wisata dan belanja itu punya persyaratan yang harus dipenuhi, dan Jakarta jauh dari persyaratan itu," papar Tanto.

Dia menuturkan, sabuk khusus wisata dan belanja harus didukung oleh kondisi infrastruktur jalan yang memadai, serta jalur pedestrian yang lebar dan rindang oleh pepohonan sehingga pejalan kaki merasa nyaman berjalan di atasnya. 

"Selain itu, mudah diakses oleh moda transportasi yang dikembangkan secara terintegrasi. Terutama moda trasportasi publik dengan beban angkutan massal. Koridor Satrio itu harus nyaman buat orang yang memang bertujuan untuk wisata dan belanja. Jadi, Jakarta harus punya obyek wisata yang menarik untuk dilihat dan dinikmati. Sekarang yang ada apa? Kemacetan dan semrawut," tandas Tanto.

Saat ini, lanjut dia, orang-orang Jakarta yang punya duit lebih memilih berbelanja di Singapura, atau Paris sekalian bagi mereka yang melek originalitas dan gengsi merek. Selain memang sudah punya Orchard Road "asli", juga barang-barang yang dijual di Singapura, lebih murah untuk beberapa item ketimbang di Jakarta. 

"Nah, dengan kondisi demikian, bagaimana mungkin Jakarta menarik minat orang asing jika orang-orang Jakarta-nya sendiri justru masih menjadikan Singapura sebagai tujuan wisata dan belanja? Belum lagi masalah tax refund dan value added tax-nya. Jakarta belum punya infrastruktur untuk itu," kata Tanto.

Moratorium

Faktor lain yang menghambat koridor Satrio jadi Orchard Road versi Jakarta adalah moratorium pusat belanja. Kendati hanya merupakan himbauan lisan, namun Pemprov DKI Jakarta sangat serius terhadap penerbitan perizinan baru pembangunan pusat belanja.

"Banyak pengembang yang mengajukan izin pembangunan mal baru. Tapi hingga saat ini tidak kunjung turun. Contohnya izin pembangunan mal di kawasan Senayan, koridor Mas Mansyur, atau di Kemayoran," buka Tanto. 

Di koridor Satrio sendiri, tambah dia, ada beberapa pengembang yang akhirnya mengonversi rencana membangun pusat belanja menjadi hanya perkantoran dan apartemen. Dengan demikian, tidak akan ada penambahan pusat belanja baru lagi menggenapi Mal Ambassador, ITC Kuningan, Lotte Shopping Avenue @CW1J, Kuningan City, dan Gandaria City.

"Jadi, faktanya, ucapkan selamat tinggal pada mimpi Satrio International Tourism and Shopping Belt," pungkas dia.

Sumber : 

Ketika Ahok dan Walikota London Bertukar Ilmu



Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kiri) bersama Walikota London Boris Johnson (kanan) memberikan keterangan pers usai mengadakan pertemuan di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta (Antara)



Liputan6.com, Jakarta - Jakarta dan London, sama-sama menjadi ibukota dua negara besar, Indonesia dan Inggris. Tapi Jakarta dinilai masih kalah maju dari London, baik dari segi transportasi dan infrastruktur. Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ingin belajar dari London.



Tak tanggung-tanggung, pria yang karib disapa Ahok itu akan terbang langsung ke London untuk melakukan studi banding, terutama soal transportasi. Hal itu dilontarkan Ahok saat menerima kunjungan Walikota London Boris Johnson di Jakarta.

"Kita juga akan saling ganti kunjungin. Kita pengin belajar banyak soal transportasi dari mereka," ujar Ahok usai bertandang ke Istana Merdeka, Jakarta, Minggu 30 November 2014. "Di London sistem transportasinya paling bagus."

Menurut mantan Bupati Belitung Timur tersebut, Pemerintah Kota London punya pengalaman yang banyak dalam membangun tata ruang kotanya. Seperti pembangunan properti bawah tanah. Termasuk juga gedung-gedung, dan transportasi massal.

"Di mana-mana mereka pengalaman sekali membangun properti di bawah tanah, termasuk di sky building, termasuk gedung-gedung, mass transportasinya, termasuk pengelolaan air limbah. Kita juga ingin kaya begitu," kata Ahok.

Dalam pertemuan dengan Boris Johnson, Ahok juga membahas perumahan di Jakarta. Terutama rumah-rumah murah untuk rakyat. London sudah melakukan hal tersebut sudah sejak lama.

"Di sana juga mengalami yang sama, kebutuhan rumah-rumah murah. Pengembangan London luar biasa. Tapi dia sudah lewatkan masa itu. Jadi kita yang harus belajar‎," ucapAhok.

Ahok mengemukakan, selain transportasi, agar bisa menggelar Asian Games 2018 di Jakarta secara sukses, pihaknya akan berguru dengan London yang sukses menyelenggarakan Olimpiade 2012. "Kita pengin Asian Games sukses. Kita mau belajar dari mereka (London). Mereka persiapan untuk Olimpiade 2012 lalu itu 10 tahun, kita nggak sampai," kata mantan politisi Gerindra itu.

Kata Ahok, Walikota Boris siap memberikan masukan dan bantuan lainnya kepada Jakarta. Sehingga dengan kapasitasnya yang sama dengan London sebagai ibukota negara, Jakarta juga diharapkan bisa mendulang sukses serupa. "Dia (Boris Johnson) mau bantu," ucap dia.

Meski belum terlihat jelas, Ahok mengatakan Pemprov DKI sudah memetakan pembenahan fasilitas olahraga, tempat tinggal atlet berupa apartemen sewaan atau bangunan baru, dan lainnya untuk Asian Games nanti. Seperti rencana pembangunan venue olahraga yang baru, perbaikan venue lama, juga transportasi.

Sementara itu, Boris mengakui pihaknya akan melakukan kerjasama dengan Jakarta dalam hal persiapan jelang Asian Games. "Kami punya pengalaman bagaimana mempersiapkan fasilitas dan infrastruktur untuk Olimpiade. Jadi mungkin kita akan bekerja sama," jelas Boris.

London Juga Belajar dari Jakarta

Bukan hanya Jakarta yang memetik pelajaran dari London, tapi juga sebaliknya. Walikota London Boris Johnson mengaku dirinya juga belajar dari Jakarta soal kegiatan Car Free Day(CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Ia berniat ingin menerapkan kegiatan itu di London. "Saya terkesan atas semua hal yang saya lihat di Jakarta. Apa yang kalian lakukan seperti Car Free Day sangat luar biasa. Saya ingin melakukannya juga di London," kata Boris.

Ia juga memuji warga Jakarta yang memiliki motivasi bangun pagi dan berkumpul di Car Free Day untuk berolahraga bersama. Johnson menginginkan agar warga London juga melakukan hal yang sama seperti di ibukota negara Indonesia ini, yakni bangun pagi dan berolahraga. Sebab hal itu tak mudah dilakukan. Apalagi di kota-kota besar.

"Saya ingin membuat warga London bangun dari tempat tidurnya di pagi hari. Kami harus belajar dari Jakarta seperti Car Free Day. Ini kegiatan yang sangat berani. Tidak mudah mengajak orang-orang bangun pagi dan melakukan kegiatan seperti ini. Saya sangat terkesan," ucap Johnson.

Selain itu, menurut Boris, Jakarta selama ini telah mengalami kemajuan yang luar biasa. Dia mengaku terkesan dengan perkembangan transportasi umum dan ekonomi di Jakarta. Boris mencontohkan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) yang sedang berjalan. Begitu juga dengan infrastruktur transportasi Jakarta yang lain.

"Jakarta mengalami kemajuan yang luar biasa dibanding tahun lalu. Jakarta siap menjadi pusat keuangan dan transportasi. Seperti infrastruktur, kereta bawah tanah, stasiun yang baik. Saya sangat terkesan," ungkap Boris.

Dalam kunjungannya, Walikota Boris memberikan 12 unit sepeda kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk digunakan petugas patroli di Monumen Nasional (Monas). Pemberian itu diserahkan secara simbolis dari Boris kepada Ahok, dan disaksikan langsung oleh Jokowi.

Boris Mirip Jokowi

Walikota London Boris Johnson tiba di Jakarta pada Sabtu 29 November lalu. Dia langsung mengunjungi Ahok di rumah dinas Gubernur DKI di kawasan Taman Suropati, Menteng. Meskipun dalam kondisi hujan rintik, Boris tetap berjalan keluar dari mobil menuju kediaman Ahok, tanpa pengawalan ketat.

Sosok Boris dikenal cuek dan juga suka turun ke jalan meninjau area penting di London. Ahok menilai sifat Boris tersebut mirip dengan karakter Jokowi yang gemar blusukan. Kata Ahok, Boris dan Jokowi juga sama-sama penyuka musik rock and roll.

"Iya-iya benar, saya nggak heran Olimpiade (2012 London) bisa sukses. Gayanya koboi banget. Cuek gayanya kan. Lihat saja rambutnya. You look like a rockstar," ujar Ahok, sambil tertawa kecil.

Dibilang mirip dengan Boris, Jokowi balik bertanya, apakah dirinya benar memiliki kesamaan dengan Walikota London tersebut. "Ya bandingkan saja mirip nggak?" ucap Jokowi.

"Sama-sama rockstar," celetuk Ahok mengulang ucapannya semalam. Sontak Presiden Jokowi dan Boris yang berambut gondrong pun tertawa.

Kemudian, Jokowi menceritakan awal mula Walikota Boris datang ke Jakarta. Kata Presiden ke-7 RI tersebut, ia sudah lama berkirim surat dengan Boris untuk bekerja sama.

"Kira-kira setahun yang lalu Mayor Boris kirim surat mau ke Jakarta. Saya jawab silakan datang tetapi waktu datang ke sini, saya sudah menjadi presiden. Surat menyuratnya seperti itu," beber Jokowi.

Baru pada tahun ini, Boris memiliki kesempatan berkunjung ke Jakarta. Meski kini Jokowi sudah tak menjabat lagi sebagai Gubernur DKI, ia merasa sudah berjanji menemui Boris maka ia pun turut mendampingi Ahok menerima bantuan sepeda tersebut.

"Saya sudah janji silakan, waktu itu waktu masih jadi gubernur," jelas Jokowi.

Ia mengatakan, saat menjadi orang nomor 1 di Jakarta dan mendapat tawaran kunjungan dari Boris, Jokowi ingin belajar manajemen kota besar seperti London misalnya transportasi dan berpikir untuk melakukan kunjungan balik. Namun, karena kursi Gubernur telah diduduki Ahok, maka menurut dia sudah tugas Ahok-lah untuk meneruskan rencana tersebut.

"Kan udah ada Pak Ahok," kata Jokowi.

Ahok pun kemudian menimpali jawaban Pak Presiden itu. "Lumayan ke London," celetukAhok sembari tersenyum.

Secara wilayah, London lebih luas dari Jakarta. London seluas 1.572 kilometer persegi, sedangkan Jakarta 740.3 kilometer persegi. Namun dilihat dari jumlah penduduk, Jakarta lebih padat. Ibukota Indonesia dihuni oleh sekitar 10 juta jiwa, sementara London sekitar 8 juta jiwa.

Dengan kondisi itu, Ahok mungkin harus lebih keras memajukan Ibukota dengan belajar kepada Boris. Boris juga ingin menyerap ilmu Ahok di Jakarta untuk diterapkan di London. Diharapkan keduanya bisa sama-sama memajukan ibukota yang mereka pimpin. Semoga... (Riz/Ans)

Sumber : Liputan6.com

Walikota London: Jakarta Maju Luar Biasa



Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kiri) bersama Walikota London Boris Johnson (kanan) memberikan keterangan pers usai mengadakan pertemuan di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta (Antara)



Liputan6.com, Jakarta - Walikota London Boris Johnson mengunjungi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Dalam lawatannya, pria yang gemar mengendarai sepeda itu melontarkan pujian terhadap ibukota.



"Jakarta has a fantastic progress than last year (Jakarta mengalami kemajuan yang luar biasa dibanding tahun lalu)," kata Boris usai menyerahkan sumbangan sepeda secara simbolis kepada Pemprov DKI, di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (30/11/2014).



Dirinya mengaku terkesan dengan perkembangan transportasi umum dan ekonomi di Jakarta. Boris mencontohkan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) yang sedang berjalan. Begitu juga dengan infrastruktur transportasi Jakarta yang lain.

"Jakarta ready being central financial and transportation. Like the infrastructure, underground train, how you get value station. I'm very impressed (Jakarta siap menjadi pusat keuangan dan transportasi. Seperti infrastruktur, kereta bawah tanah, stasiun yang baik. Saya sangat terkesan)," kata dia.

Selain melihat kondisi Ibukota Indonesia, Boris Johnson juga memberikan bantuan sebanyak 12 unit sepeda untuk digunakan di Monas. Presiden Jokowi yang turut hadir untuk menyaksikan penyerahan bantuan sepeda itu menjelaskan kedatangan Boris ke Jakarta sebenarnya berawal dari surat menyuratnya dengan walikota yang gemar bersepada itu.

"Kira-kira setahun yang lalu Mayor Boris kirim surat mau ke Jakarta. Saya jawab silakan datang tetapi waktu datang ke sini, saya sudah menjadi presiden. Surat menyurat seperti itu," kata Jokowi.

Baru pada tahun ini, Boris memiliki kesempatan berkunjung ke Jakarta. Meski saat ini dirinya sudah tak menjabat lagi sebagai Gubernur DKI, Jokowi merasa sudah berjanji menemui Boris maka ia pun turut mendampingi Ahok menerima bantuan tersebut pagi ini.

Penyerahan tersebut juga disaksikan oleh Kepala UP Monas Rini Hariani, Kepala BPKD Heru Budi Hartono, Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah. (Riz/Mut)

Sumber : Liputan6.com

Ahok Ingin Jakarta Seperti London



   Ilustrasi Ahok (Liputan6.com/Johan Fatzry)



Liputan6.com, Jakarta Hasrat menjadikan Jakarta seperti kota-kota di negara maju dicetuskan Ahok. Gubernur DKI Jakarta bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama ini ingin Jakarta seperti London, ibukota Inggris.



"Kita mesti belajar dari negara majulah," ujar Ahok di Rumah Dinas Gubernur DKI, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/11/2014). Ahok baru saja menerima kunjungan Walikota London Boris Johnson.

Menurut Ahok, pemerintah kota London punya pengalaman yang banyak dalam membangun tata ruang kotanya. Seperti pembangunan properti bawah tanah. Termasuk juga gedung-gedung, dan transportasi massal.

"Di mana-mana mereka pengalaman sekali membangun properti di bawah tanah, termasuk di sky building, termasuk gedung-gedung, mass transportasinya, termasuk pengelolaan air limbah. Kita juga ingin kaya begitu," kata Ahok.

Dalam pertemuan dengan Boris Johnson, Ahok juga membahas perumahan di Jakarta. Terutama rumah-rumah murah untuk rakyat. London sudah melakukan hal tersebut sudah sejak lama.

"Di sana juga mengalami yang sama, kebutuhan rumah-rumah murah. Pengembangan London luar biasa. Tapi dia sudah lewatkan masa itu. Jadi kita yang harus belajar‎," ucap Ahok.

Berbagi Pengalaman

Boris Johnson dalam penuturannya menyampaikan telah berbagi pengalaman dalam menangani Kota London‎ kepada Ahok. Misalnya terkait sistem transportasi dan perumahan.

"Banyak masalah yang kita share. Sistem transportasi, masalah rumah murah di sana juga pernah jadi isu besar. Di Jakarta saya rasa juga iya," ujar Johnson.

Johnson mengatakan ada saran untuk bekerja sama antarkota antara pemerintah provinsi Jakarta dengan London. Terutama terkait dengan beberapa ide untuk pengembangan‎ Jakarta.

"Ada saran mungkin kita bisa membuat kerja sama, beberapa ide bersama untuk pengembangan Jakarta," demikian Boris Johnson.


Sumber : Liputan6.com

Proyek Peninggian Jl Arjuna Utara Bikin Macet

Para pengguna jalan mulai mengeluhkan proyek peninggian Jl Arjuna Utara, Kebon Jeruk dan Jl Daan Mogot KM 13, Pesing, tepanya dari arah Cengkareng menuju Grogol. Selain tidak adanya rambu lalu lintas di sekitar lokasi proyek, peninggian ruas jalan itu juga memicu terjadinya kemacetan panjang.

" sejak adanya proyek peninggian jalan jadi sering macet karena terjadi penyempitan jalan"

Peninggian ruas jalan di kedua lokasi tersebut sebetulnya sangat baik karena untuk menghindari genangan yang kerap muncul, terutama saat musim penghujan seperti saat ini. Sayangnya, di lokasi proyek tidak dilengkapi rambu-rambu lalu lintas sehingga dinilai bisa membahayakan keselamatan para pengendara yang melintas.

Pantauan beritajakarta.com, proyek peningggian Jl Arjuna Utara setinggi kira-kira satu meter dengan panjang sekitar 500 meter. Sedangkan di Jl Daan Mogot, betonisasi serta peninggian jalan setinggi hampir satu meter dengan panjang sekitar 400 meter. 

Kondisi jalan semakin parah dan terkesan semrawut lantaran di sepanjang jalan yang mengalami peninggian terdapat batu koral berukuran besar yang terlihat berserakan. "Biasanya kalau lewat Jalan Arjuna Utara jarang sekali macet, tapi sejak adanya proyek peninggian jalan jadi sering macet karena terjadi penyempitan jalan," ujar Wawan, salah seorang pengendara yang melintas Minggu (30/11).

Sementara itu, Wakasatlantas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Budiyono menuturkan, peninggian kedua ruas jalan tersebut memang tengah berlangsung dan untuk mengantisipasi genangan terutama saat hujan berlangsung. "Di kedua ruas jalan tersebut memang rawan tergenang, makanya saat ini tengah ditinggikan. Setiap hari kami kerahkan petugas untuk meminimalisir kemacetan yang terjadi," kata Budiyono.

Pihaknya, kata Budiyono, segera berkoordinasi dengan unit terkait agar segera menuntaskan proyek peninggian kedua ruas jalan tersebut. "Agar kemacetan tidak semakin parah, kami berharap unit terkait segera menyelesaikan proyek tersebut," tandasnya.

Sumber : http://beritajakarta.com/

Tjahjo Ingatkan Ahok Menang di Jakarta karena Dukungan Partai


WARTA KOTA/ANGGA BNGubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta memasuki ruangan kerja usai pelantikan di Balaikota Jakarta, Senin (15/10/2012). Jokowi-Ahok terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Periode 2012-2017.




BOGOR, KOMPAS.com- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, mengingatkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok soal jasa partai pengusung. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menyebut Ahok bisa memimpin Jakarta karena dukungan partai.



"Dia (Ahok) jadi gubernur karena partai, kalau sekarang dia menolak wakilnya dari partai, ya silakan anda sendiri (yang menilai)," kata Tjahjo di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis, (29/11/2014).



Ahok yang merupakan mantan kader Partai Gerindra naik menjadi Gubernur DKI Jakarta setelah Joko Widodo (Jokowi) menang Pemilu Presiden 2014. Ia kemudian memilih dua orang kader PDIP untuk ditunjuk sebagai Wakil Gubernur, yakni mantan Wali Kota Blitar Djarot Syaiful Hidayat serta mantan Wali Kota Surabaya, Bambang DH.



Ahok juga sempat disodorkan nama Boy Sadikin yang juga merupakan kader PDIP, namun Ahok menolak nama anak mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin itu. Kata Tjahjo adalah hak Ahok dan PDIP partai yang menaungi Jokowi untuk menentukan siapa wakil Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya yang terpenting dari pendamping Ahok adalah dia harus diterima rakyat.

"Yang penting masyarakat mendukung dan setuju," ujarnya. (Nurmulia Rekso Purnomo)


Sumber : Kompas

Kampung Guji Baru Terbakar, Ratusan Warga Kehilangan Rumah




HANGUS: Petugas Damkar sibuk memadamkan api.


Kebakaran hebat melanda pemukiman Kampung Guji Baru, kelurahan Duri Kepa, kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Belum terhitung banyaknya rumah yang ludes terbakar. Namun, bisa dipastikan ratusan warga di RT05 dan RT06 di RW02 kehilangan tempat tinggal, Sabtu (11/10) petang.

Awal api berkobar sekira pukul 16.20. Kesaksian Nuryati (40), Ketua RT06/02 Duri Kepa ini mengatakan api bersumber dari rumah kontrakan yang terpisah hanya tiga rumah dari tempat tinggalnya. "Apinya dari lantai dua rumah kontrakan, langsung membesar," tutur Nuryati ketika ditemui di lokasi kejadian.
Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Kebanyakan warga mengatakan, dugaan kuat percikan api akibat korsleting listrik. Angin kencang dan pemukiman warga yang notabene rumah kontrakan semi permanen berlantai dua, kios bengkel, warung dan pengepul barang rongsokan membuat api menjalar cepat.

"Apinya langsung meletup-letup gitu, muter-muter merembet ke rumah warga yang lain. Semua warag pada lari keluar rumah," ujarnya lagi.
Lokasi kebakaran yang berdekatan dengan ruas tol Kebon Jeruk-Tangerang di Jalan Arjuna Utara itu juga menimbulkan kepanikan warga. Kemacetan lalu lintas dari segala penjuru tidak terhindarkan. Terlebih, hingga pukul 18.00, api masih terus membakar rumah-rumah warga.

Hingga matahari tenggelam, 37 unit pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi masih terus melakukan pemadaman. "Belum bisa dipastikan berapa jumlah rumah yang terbakar, kemungkinan puluhan rumah. Sejauh ini belum adak orban jiwa. Dugaan asal api sementara ini korsleting listrik," terang Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Kecamatan Kebon Jeruk, Rompis Romlih Setiawan di lokasi.

Menurut Rompis, tersiar kabar api tersebut berasal dari rumah kontrakan yang dihuni Sulis. "Ada yang lihat dari atapnya keluar api, awalnya suara api yang meletup-letup," kata Rompis.

Kebakaran hebat tersebut menelan 10 pintu kontrakan semi permanen milik Siti Muntamah (54), warga RT05/02 Duri Kepa. Memang diakuinya, banyaknya rumah kontrakan berlantai dua membuat api mudah menjalar. Seperti halnya kontrakan semi permanen miliknya yang rata-rata seluas 3×3 meter sampai 3×4 meter.

"Harga kontrakan per bulan juga ada yang Rp 150-400 ribu. Dindingnya tembok, tapi sekat-sekat kamar pakai triplek, tambah lagi di tengah kampung itu ada lapak barang rongsokan," ujarnya.

Tak sedikit warga yang bernasib sama seperti Siti, mereka yang kehilangan rumah mengungsi bersama tumpukan perabotan yang selamat di trotoar Jalan Arjuna Utara. Tak sedikit dajuga dari mereka yang menangis meratapai nasib. (asp)

Sumber: http://www.indopos.co.id

Ahok: "Ngurus" Pengemis Itu seperti Maraton, Harus Tahan Napas

Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan soal kesulitan menekan jumlah pengemis karena Jakarta sebagai ibu kota negara memiliki daya tarik tersendiri bagi penduduk perdesaan.
"Jakarta kan menarik, jadi sulit mengurangi pengemis. Tidak apa-apa jumlah bertambah terus, tinggal ditegaskan (ditindak) saja," kata Ahok di Balaikota, Jakarta, Selasa (23/9/2014).

Menurut Ahok, upaya mengurangi jumlah pengemis di Jakarta ini seperti suatu pekerjaan yang tidak ada hentinya.

"Seperti kerja maraton saja, tetapi maraton yang tidak ada berhentinya. Maraton terus, tinggal tahan-tahan napas saja," ujar dia.

Lantaran merasa bahwa masalah ini tidak akan berakhir, Ahok menilai, langkah terbaik yang harus dilakukan pemerintah adalah membuat para pengemis ini mendapatkan perhatian negara.

Ahok tak menampik bahwa ia juga dihadapkan pada dilema karena para pengemis ini cenderung bersifat konsumtif ketika mendapatkan bantuan pemerintah berupa uang. Padahal, negara menghendaki para pengemis ini menggunakan uang tersebut untuk modal usaha.

"Bagaimana caranya pengemis ini diperhatikan. Sebagian yang dapat uang justru beli rumah. Susah juga," ujar dia.

Provinsi DKI Jakarta dalam Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum melarang orang memberi uang atau barang kepada pengemis.

Menurut Ahok, perda ini tidak cukup kuat untuk mengurangi jumlah pengemis di Jakarta karena secara hukum dirasa kurang pas jika memenjarakan seseorang karena memberikan uang kepada pengemis.

"Harusnya jangan hukuman kurungan, ganti kerja sosial saja," ujar dia.
Sebagai informasi, larangan untuk mengemis atau menggelandang juga diatur dalam Pasal 504 dan Pasal 505 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), buku ke-3 tentang tindak pidana pelanggaran.

Editor : Kistyarini
Sumber : Antara




RukoPercetakan di Jelambar Terbakar, 22 Mobil Pemadam Dikerahkan


Liputan6.com, Jakarta - Rumah toko (ruko) ludes dilalap api di Jalan Tubagus Angke, Jelambar Baru, Jakarta Barat. Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat mengerahkan 22 mobil pemadam ke lokasi kebakaran.

"Ruko percetakan yang terbakar. Kita sudah kerahkan 22 unit pemadam ke lokasi," ujar salah satu petugas Sudin Damkar Jakarta Barat Bambang, saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (6/9/2014).

Bambang mengatakan, kebakaran terjadi mulai sekitar pukul 18.30 WIB. Kendati, pihaknya belum dapat memastikan penyebab dan perkiraan kerugian akibat kebakaran tersebut.

"Penyebabnya juga belum tahu, masih pemadaman," ujar Bambang.

Bambang menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih berusaha menjinakkan api di lokasi kebakaran.

Sumber : Liputan6.com

Ngaku Polisi Berpangkat Iptu, Edi Peras Pacar Baru Rp 13 Juta




Liputan6.com, Jakarta - Mengaku-ngaku sebagai polisi, Edi Jumeno (31) mencoba menipu wanita yang baru dikenalnya. Namun, aksi Edi ini malah berujung di balik jeruji Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat. Sebab, Edi dilaporkan oleh sang wanita lantaran melakukanpemerasan.

Kejadian tersebut bermula ketika Edi yang bekerja sebagai petugas keamanan salah satu bank swasta, berkenalan dengan Siti Hawa (25). Saat perkenalan yang berlangsung di parkiran Mal Citraland, Grogol Petamburan, Jakarta Barat itu, Edi mengaku sebagai anggota polisi berpangkat Iptu.

Namun, ada niat terselubung dalam diri Edi kepada Hawa. Edi meminta uang sebesar Rp 13 juta, dengan berdalih uang itu akan dipakai untuk mengurus mutasi dirinya ke Polda Papua.

"Tersangka mengaku sebagai anggota Polres Jakarta Selatan dan meminta uang sebesar Rp 13 juta," kata Kapolsek Tanjung Duren Kompol M Iqbal, Jakarta Barat, Kamis (4/9/2014).

Lantaran terus diminta oleh Edi, lanjut Iqbal, Hawa akhirnya memberikan uang sebesar Rp 2,5 juta dan sisanya menyusul. Belum juga memberikan sisa uang itu, Edi kembali meminjam uang sebesar Rp 1 juta dengan alasan untuk keperluan pengembangan kasus ke Magelang, Jawa Tengah. 

Tak tahan terus dimintai uang oleh Edi, Hawa akhirnya melapor ke Polsek Tanjung Duren. "Lama kelamaan korban curiga terhadap tersangka, lalu korban melapor ke Polsek. Jadi setiap bertemu tersangka selalu memakai seragam polisi dengan pangkat Iptu," ucap Iqbal.

Polisi pun membuat perangkap, dengan meminta Hawa agar bertemu dengan Edi untuk memberikan uang Rp 1 juta di parkiran Citraland, pada Rabu 3 September 2014 malam. Di lokasi itulah polisi langsung meringkus Edi.

"Saat korban bertemu dan akan diserahkan uang Rp 1 juta, kami langsung menangkap tersangka," tambah Iqbal.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren AKP Khori mengatakan, berdasarkan pengakuan Edi, mengaku bahwa Hawa merupakan pacar barunya.

"Dia mengaku korban pacarnya, padahal korban sudah bersuami," ujar Khoiri.

Kini Edi harus mendekam di balik jeruji Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Atas kasus tersebut Edi terancam penjara lantaran diduga melakukan penipuan, seperti yang tertuang dalam Pasal 378 KUHP tentang penipuan. (Ans)

 
Design by Lembaga Musyawarah Kerlurahan Duri Kepa | Bloggerized by Lasantha - LMK DURI KEPA | Online Project management