PENGHIJAUAN UNTUK RW


Lmk Duri Kepa melakukan penghijauan di wilayah RW kelurahan Duri Kepa dengan pengadaan Pohon melalui PPMK Bina Fisik Lingkungan berupa 100 pohon pucuk merah dalam pot untuk memberikan nuansa lingkungan yang sehat dan hijau

Pohon ini diharapkan dapat dijadikan starter pemicu warga masyarakat dan pimpinan wilayah untuk ikut menanam di lingkungannya masing-masing.

Kepemimpinan Gubernur DKI Jakar

ta Jokowi banyak melakukan berbagai inovasi memperbaiki dan memperindah Jakarta yang nyaman untuk ditempati dan ramah untuk anak.

Semoga program yang kecil ini dapat berdampak positif dan mendukung program DKI secara menyeluruh bagi kepentingan masyarakat wilayah kelurahan Duri Kepa khususnya.

Sound System Kegiatan Warga Tingkat RW





LMK Duri Kepa melalui TPKK_PPMK menyerahkan 6 unit sound system untuk kewilayahan RW di Duri Kepa.



LMK Duri Kepa berharap unit sound ini dapat berguna untuk kegiatan kemasyarakatan di wilayah RW; Rapat warga, Majlis Ta’lim ibu-ibu dan pemuda.



Harapan dari kegiatan tersebut (Dialog warga, ceramah, diskusi) ditingkatan masyarakat dapat memberikan manfaat pada kehidupan masyarakat yang berakhlak. Red;Irwan

Penyuluhan Hukum Mengenai Penyalahgunaan Narkotika






MIRAS DAN MASYARAKAT

LMK Duri Kepa menyelenggarakan kegiatan Bina Sosial Penyuluhan Hukum mengenai Penyalahgunaan Narkotika pada hari Minggu 27 Oktober 2013, bertempat di Kopi Loe Green Ville.



.



Bapak Sugandi Ishak, SH., MH. selaku Pembicara Utama Kegiatan tersebut dan Ign. Tri Cahyo, SPd. sebagai moderator.


Kegiatan ini terselengara oleh Tim Pelaksana Kegiatan Kelurahan (TPKK) Duri Kepa melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK).





Acara tersebut dihadiri tokoh masyarakat dan pemuda, pemerhati masalah MIras di wilayah Duri Kepa dan wakapolsek Kebon Jeruk.



Red: Ir

Rumah Belajar Samsung Asah Keterampilan Siswa


Siswa sedang belajar memperbaiki perangkat TV pada kelas Audio Video di Rumah Belajar Samsung, di Jl Duta Buntu, Kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat, Selasa (25/9). Rumah Belajar Samsung memberikan pendidikan keterampilan dalam bidang elektronik untuk meningkatkan kualitas anak prasejahtera 17-20 tahun sehingga siap kerja di industri elektronik dan teknologi informasi.

 Siswa sedang belajar memperbaiki perangkat TV pada kelas Audio Video di Rumah Belajar Samsung, di Jl Duta Buntu, Kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat, Selasa (25/9). Rumah Belajar Samsung memberikan pendidikan keterampilan dalam bidang elektronik untuk meningkatkan kualitas anak prasejahtera 17-20 tahun sehingga siap kerja di industri elektronik dan teknologi informasi. 
[JAKARTA] PT Samsung Electronic Indonesia (SEIN) meresmikan Rumah  Belajar Samsung  yang digunakan sebagai fasilitas pada pendidikan keterampilan siswa, di Jakarta, Selasa (25/9). Rumah Belajar Samsung yang merupakan bagian Corporate Social Responsibility (CSR) ini akan mengasah keterampilan para siswa yang memiliki minat di bidang elektronika. 


Di gedung yang berlokasi di Jalan Duta Buntu Blok B 1 No.52 Kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat tersebut, pendidikan keterampilan diberikan kepada generasi muda berbakat. Tetapi, prioritas peserta adalah mereka yang memiliki keterbatasan dana untuk melanjutkan sekolahnya. 



“Kami meneruskan warisan inovasi kami untuk mengubah kehidupan yang lebih baik dan membuka peluang baru yang terbuka bagi siapapun. Rumah Belajar Samsung memberikan pendidikan keterampilan dalam bidang elektronik yang akan membuat siswa menjadi tenaga siap kerja dalam industri yang berhubungan dengan elektronik dan IT,” kata Managing Director PT SEIN Yoo Young Kim.



Sebagai pemimpin dalam teknologi digital, Samsung juga menawarkan inovasi dalam proses belajar di Rumah Belajar Samsung. Galaxy Note 10.1 dihubungkan dengan Samsung LED TVsebagai alat mengajar yang inovatif dan menarik. Guru menggunakan beberapa fitur seperti Polaris office, formula match, kamus, dan multiscreen pada Galaxy Note 10.1 yang langsung terhubung ke Samsung LED TV.



“Kami juga mengoptimalkan inovasi kami ke Rumah Belajar Samsung dengan memanfaatkan Galaxy Note 10.1 dan Samsung TV LED untuk membuat proses belajar, menjadi lebih menarik dan mudah dimengerti,”  tambahnya.



Rumah Belajar Samsung juga terealisasi berkat kemitraan SEIN dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB). Selama ini, YCAB menjadi salah satu organisasi nirlaba yang memfokuskan kegiatannya pada pemberdayaan generasi muda Indonesia. Pendiri YCAB Foundation, Veronica Colondam mengatakan program kemitraan YCAB dengan SEIN dilatarbelakangi oleh tingginya angka pengangguran, dan minimnya keterampilan siap pakai para lulusan SMA atau SMK di Indonesia. Mengutip data yang dilansir BPS pada Februari 2012,  saat ini angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia mencapai 7,61 juta orang. Sementara itu, persentase TPT pendidikan menengah masih tetap menempati posisi tertinggi, yaitu TPT SMA sebesar 10,34% dan SMK sebesar 9,51%.



Rumah Belajar Samsung mengisi kesenjangan antara keterampilan siswa atau lulusan SMA/SMK Indonesia dengan apa yang diperlukan oleh dunia usaha atau industri. Program ini merupakan salah satu upaya kami untuk mempersiapkan para lulusan masuk ke dalam dunia kerja dan berkarya nyata untuk meningkatkan kesejahteraannya. 



“Kami memberikan pembekalan teori dan praktik, serta magang selama dua bulan di Samsung Service Center sehingga mereka memiliki pengalaman komprehensif dalam teknik reparasi alat elektronik. Kami harap dengan menjangkau sampai dengan 1.000 siswa per tahun, program ini dapat mengurangi angka pengangguran di Indonesia,” tutur Veronica. [PR/U-5]



Sumber : http://sp.beritasatu.com

Rumah Belajar Samsung Beri Keterampilan Elektronika


TRIBUNNEWSBATAM, JAKARTA - Tingginya angka pengangguran dan minimnya keterampilan siap pakai para lulusan SMA atau SMK di Indonesia mendorong Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Foundation mengajak PT. Samsung Electronics Indonesia membangun 'Rumah Belajar Samsung' di Jalan Duta Buntu Blok B 1 No.52 Kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat.



'Rumah Belajar Samsung', gedung baru yang akan menjadi pusat dimana Samsung melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang berorientasi pada pendidikan keterampilan.


Pendiri YCAB Foundation, Veronica Colondam menyatakan program kemitraan dengan PT. Samsung Electronics Indonesia dilatarbelakangi saat ini angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia mencapai 7,61 juta orang. 

Persentase TPT pendidikan menengah masih tetap menempati posisi tertinggi, yaitu TPT SMA sebesar 10,34 persen  dan SMK sebesar 9,51 persen.

Pendidikan yang diberikan 'Rumah Belajar Samsung' adalah pendidikan keterampilan kepada generasi muda berbakat yang memiliki minat yang kuat di bidang elektronika, tetapi memiliki keterbatasan dana untuk meneruskan sekolahnya.

Samsung juga menawarkan inovasi dalam proses belajar di 'Rumah Belajar Samsung'. Galaxy Note 10.1 dihubungkan dengan Samsung LED TV sebagai alat mengajar yang inovatif dan menarik. 

Guru menggunakan beberapa fitur seperti Polaris office, formula match, kamus, dan multiscreen pada Galaxy Note 10.1 yang langsung terhubung ke Samsung LED TV.

"Kami meneruskan warisan inovasi kami untuk mengubah kehidupan yang lebih baik dan membuka peluang baru yang terbuka bagi siapapun. Rumah Belajar Samsung memberikan pendidikan keterampilan dalam bidang elektronik yang akan membuat siswa menjadi tenaga siap kerja dalam industri yang berhubungan dengan elektronik dan IT," kata Yoo Young Kim, Managing Director PT Samsung Electronics Indonesia, Selasa (25/9/2012).

Untuk mengoptimalkan inovasi kami ke Rumah Belajar Samsung dengan memanfaatkan Galaxy Note 10.1 dan Samsung TV LED untuk membuat proses belajar, menjadi lebih menarik dan mudah dimengerti.

Ditambahkan, 'Rumah Belajar Samsung' mengisi kesenjangan antara keterampilan siswa atau lulusan SMA/SMK Indonesia dengan apa yang diperlukan oleh dunia usaha atau industri.

"Kami memberikan pembekalan teori dan praktik, serta magang selama dua bulan di Samsung Service Center sehingga mereka memiliki pengalaman komprehensif dalam teknik reparasi alat elektronik. Kami harap dengan menjangkau sampai dengan 1.000 siswa per tahun, program ini dapat mengurangi angka pengangguran di Indonesia," tuturnya.    

Sumber : Tribunnews

Rumah Belajar Samsung Beri Keterampilan Elektronika


Pendiri YCAB Foundation, Veronica Colondam menyatakan program kemitraan dengan PT. Samsung Electronics Indonesia dilatarbelakangi saat ini angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia mencapai 7,61 juta orang. 



Persentase TPT pendidikan menengah masih tetap menempati posisi tertinggi, yaitu TPT SMA sebesar 10,34 persen dan SMK sebesar 9,51 persen.

Pendidikan yang diberikan 'Rumah Belajar Samsung' adalah pendidikan keterampilan kepada generasi muda berbakat yang memiliki minat yang kuat di bidang elektronika, tetapi memiliki keterbatasan dana untuk meneruskan sekolahnya.

Samsung juga menawarkan inovasi dalam proses belajar di 'Rumah Belajar Samsung'. Galaxy Note 10.1 dihubungkan dengan Samsung LED TV sebagai alat mengajar yang inovatif dan menarik. 

Guru menggunakan beberapa fitur seperti Polaris office, formula match, kamus, dan multiscreen pada Galaxy Note 10.1 yang langsung terhubung ke Samsung LED TV.

"Kami meneruskan warisan inovasi kami untuk mengubah kehidupan yang lebih baik dan membuka peluang baru yang terbuka bagi siapapun. Rumah Belajar Samsung memberikan pendidikan keterampilan dalam bidang elektronik yang akan membuat siswa menjadi tenaga siap kerja dalam industri yang berhubungan dengan elektronik dan IT," kata Yoo Young Kim, Managing Director PT Samsung Electronics Indonesia, Selasa (25/9/2012).

Untuk mengoptimalkan inovasi kami ke Rumah Belajar Samsung dengan memanfaatkan Galaxy Note 10.1 dan Samsung TV LED untuk membuat proses belajar, menjadi lebih menarik dan mudah dimengerti.

Ditambahkan, 'Rumah Belajar Samsung' mengisi kesenjangan antara keterampilan siswa atau lulusan SMA/SMK Indonesia dengan apa yang diperlukan oleh dunia usaha atau industri.

"Kami memberikan pembekalan teori dan praktik, serta magang selama dua bulan di Samsung Service Center sehingga mereka memiliki pengalaman komprehensif dalam teknik reparasi alat elektronik. Kami harap dengan menjangkau sampai dengan 1.000 siswa per tahun, program ini dapat mengurangi angka pengangguran di Indonesia," tuturnya.(Tribunnews)

 
Design by Lembaga Musyawarah Kerlurahan Duri Kepa | Bloggerized by Lasantha - LMK DURI KEPA | Online Project management