Dampak Globalisasi Terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat di Jakarta

Dewasa ini, warga negara dihadapkan kepada perkembangan jaman yang berjalan sangat cepat. Terlebih dalam era globalisasi sekarang ini, yang menyentuh berbagai bidang kehidupan bangsa (politik, ekonomi, sosial, budaya, dan sebagainya) telah membawa dampak yang sangat dalam terhadap berbagai level kehidupan, baik lokal, nasional, regional, maupun internasional. Globalisasi diartikan sebagai proses yang menghasilkan dunia tunggal, masyarakat di seluruh dunia menjadi saling tergantung di semua aspek kehidupan, politik, ekonomi, dan budaya (Robertson dalam Sztompka, 1994). Masyarakat kini telah menunjukkan kenyataan yang sama sekali berbeda. Globalisasi dapat didefinisikan sebagai penyebaran kebiasaan-kebiasaan yang mendunia, ekspansi hubungan yang melintasi benua, organisasi kehidupan sosial pada skala global, dan pertumbuhan sebuah kesadaran global bersama. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin maju menghilangkan hambatan ruang dan waktu sehingga arus globalisasi berjalan dengan sangat cepat.



Arus globalisasi telah terasa sejak akhir abad ke-20. Arus ini telah membawa perubahan besar pada kehidupan manusia di dunia, yang mau tidak mau harus mempersiapkan diri untuk menghadapinya, tak terkecuali masyarakat Indonesia khususnya di Jakarta. Jakarta sebagai ibukota Negara Indonesia merupakan pusat kota yang pertama dan paling cepat menerima arus globalisasi. Dengan masuknya arus globalisasi di Jakarta, akan memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan sosial masyarakatnya.



Perkembangan masyarakat Jakarta yang semakin bergaya hidup global secara langsung berdampak pada gaya hidup masyarakat Betawi yang notabene berada di wilayah metropolitan Jakarta. Banyak hal dari aspek kehidupan masyarakat Betawi yang sulit ditemukan pada saat ini, terutama dalam hal kesenian. Faktor utama hilangnya kesenian tradisonal Betawi adalah hadirnya kompetitor kesenian yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat modern. Norma dan nilai kehidupan disampaikan dan mendapat salurannya melalui kesenian. Artinya, kesenian akan hidup dan berkembang apabila masyarakatnya memelihara, mengembangkan, melakukan secara aktif, dan mengapresiasi. Dalam konteks itulah, secara kritis perlu dilihat bagaimana kesenian tradisional Betawi pada era globalisasi ini.

Selain itu, dampak langsung dari globalisasi di Jakarta adalah perubahan sosial budaya di dalam kehidupan masyarakat. Sayangnya perubahan ini tidak selalu baik, ada juga yang tidak baik dan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Perubahan ini bisa dilakukan siapa saja, baik secara individu, sekelompok orang, maupun mayoritas masyarakat. Berikut ini beberapa contoh-contoh perubahan sosial budaya yang terjadi di dalam kehidupan sosial di Jakarta:

1. Cara Berkomunikasi
Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi merubah cara kita dalam berkomunikasi. Dulu komunikasi dilakukan dengan surat-menyurat, tetapi saat ini dilakuan dengan sms atau e-mail. Dulu juga ada yang namanya telegram dan telegraf, akan tetapi saat ini perannya digantikan dengan telepon, handphone, dan jejaring sosial. Ini membuktikan bahwa perkembangan teknologi dapat menyebabkan perubahan budaya dimasyarakat.

2. Cara Berpakaian

Cara masyarakat kita berpakaian tidak lepas dari globalisasi di Indonesia. Dulu, orang-orang kita bangga mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing. Tetapi, saat ini rasanya hal itu sangat sulit dijumpai kecuali kalau ada acara-acara adat. Cara berpakaian dipengaruhi dari informasi-informasi yang didapatkan dari berbagai media seperti Tv dan Internet. Saat ini, cara berpakaian sebagian masyarakat banyak dipengaruhi oleh budaya barat.

3. Gaya Hidup

Salah satu perubahan sosial budaya yang terjadi didalam masyarakat Indonesia adalah gaya hidup atau yang sering disebut “lifestyle”. Sebagian masyarakat menerapkan gaya hidup yang baik didalam kehidupannya seperti menjadi vegetarian, workaholic, dll. Tetapi ada juga sebagian masyarakat yang terjerumus kedalam lifestyle yang tidak baik yang tentu tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia seperti narkoba dan pergaulan bebas.

4. Westernisasi (Kebarat-baratan)

Tidak sedikit budaya barat yang masuk ke Jakarta, contohnya adalah perayaan hati valentine dan halloween. Meskipun kedua budaya tersebut bukan budaya asli Indonesia, akan tetapi tidak sedikit masyarakat Indonesia yang melestarikan budaya tersebut. Banyak masyarakat Indonesia yang menyatakan bahwa budaya asing jauh lebih menarik ketimbang budaya kita sendiri, hal ini yang menyebabkan interest kepada budaya lokal semakin menurun.

5. Emansipasi Wanita

Salah satu bentuk perubahan sosial budaya yang terjadi dimasyarakat Indonesia khususnya di Jakarta adalah emansipasi wanita. Artinya wanita memiliki derajat yang sama dengan pria. Dulu kita jarang sekali melihat wanita yang menjadi pimpinan, bahkan ada kalimat orang tua yang menyatakan bahwa kehidupan wanita adalah disekitar dapur, sumur, dan kasur. Saat ini tentu berbeda, banyak wanita yang menjabat peran penting dinegeri ini seperti anggota parlemen, pimpinan perusahaan, dll.

6. Masyarakat Semakin Kritis

Perkembangan informasi dan komunikasi membuat akses terhadap informasi semakin mudah. Informasi tersebut bisa didapatkan dari berbagai media komunikasi, seperti koran, televisi, internet, dll. Hal tersebut membuat masyarakat kita semakin cerdas dan kritis, contohnya adalah masyarakat selalu mengomentari kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk negeri ini, terlebih jika kebijakan tersebut tidak populis dimata rakyat.

7. Hilangnya Permainan Tradisional

Saat ini, kita akan sulit untuk menemukan permainan tradisional seperti gasing atau congklak. Kalaupun ada, pasti dimainkannya didaerah-daerah terpencil seperti pedesaan. Padahal permainan itu sangat populer pada masanya, dan merupakan permainan asli Indonesia. Sekarang perannya sudah diganti dengan permainan modern seperti Playstation, Xbox, Wii, dan lain-lain. Nampaknya permainan modern jauh lebih menarik ketimbang permainan tradisional.

8. Pudarnya Minat Kepada Alat-alat Musik Tradisional

Minat masyarakat terhadap alat-alat musik tradisional seperti angklung, gamelan dan lainnya semakin berkurang. kalaupun ada itu hanya sebagian kecil masyarakat yang peduli dan tergerak hatinya untuk melestarikan alat-alat musik tradisional. Sekarang banyak masyarakat yang cenderung menyukai alat-alat. musik modern seperti gitar, piano, drum dan lainnya. Jika hal ini tidak segera diantisipasi, bukan tidak mungkin alat-alat musik tradisional kita akan hilang.

9. Tergerusnya Kebudayaan Indonesia

Bentuk lain perubahan sosial budaya di Indonesia adalah tergerusnya budaya asli Indonesia. Perlu diketahui bersama bahwa tidak sedikit dari kebudayaan kita yang sudah mulai punah. Meskipun demikian, banyak masyarakat Indonesia yang lebih berminat dengan budaya asing yang masuk ke Jakarta seperti break dance, beat box, dan lainnya. Ini sangat mengkhawatirkan dan perlu segera ditindaklanjuti bersama.

Sebagai generasi muda, kita harus prihatin terhadap dampak negatif dari globalisasi dan memikirkan upaya yang harus dilakukan dalam menghadapi dampak negatif globalisasi tersebut.Pertama, dengan cara menanamkan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik-baiknya agar kita memiliki jiwa nasionalisme terhadap bangsa Indonesia yang kuat. Kedua, kita perlu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa agar tidak terjerumus ke dalam perilaku-perilaku yang menyimpang dan dilarang agama sebagai akibat dari dampak negatif. globalisasi.Ketiga, kita patut melestarikan dan mengembangkan budaya-budaya asli Indonesia khususnya di Jakarta agar tidak kalah saing dan luntur terhadap budaya-budaya barat. Keempat,melakukan penyaringan terhadap informasi yang beredar agar masyarakat tidak terkontaminasi dengan dampak nedatif globalisasi yang mengubah kebiasaan, nilai kehidupan, dan pandangan hidup. Kelima, lebih memilah-milah terhadap kebudayaan barat yang masuk ke Indonesia.


Referensi :
Martono, Nanang. 2011. SOSIOLOGI PERUBAHAN SOSIAL Perspektif Klasik, Modern, Posmodern, dan Poskolonial. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Soekanto, Soerjono. 2002. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Sumber : http://3npgsd.blogspot.com

Ketika Ahok dan Walikota London Bertukar Ilmu



Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kiri) bersama Walikota London Boris Johnson (kanan) memberikan keterangan pers usai mengadakan pertemuan di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta (Antara)



Liputan6.com, Jakarta - Jakarta dan London, sama-sama menjadi ibukota dua negara besar, Indonesia dan Inggris. Tapi Jakarta dinilai masih kalah maju dari London, baik dari segi transportasi dan infrastruktur. Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ingin belajar dari London.



Tak tanggung-tanggung, pria yang karib disapa Ahok itu akan terbang langsung ke London untuk melakukan studi banding, terutama soal transportasi. Hal itu dilontarkan Ahok saat menerima kunjungan Walikota London Boris Johnson di Jakarta.

"Kita juga akan saling ganti kunjungin. Kita pengin belajar banyak soal transportasi dari mereka," ujar Ahok usai bertandang ke Istana Merdeka, Jakarta, Minggu 30 November 2014. "Di London sistem transportasinya paling bagus."

Menurut mantan Bupati Belitung Timur tersebut, Pemerintah Kota London punya pengalaman yang banyak dalam membangun tata ruang kotanya. Seperti pembangunan properti bawah tanah. Termasuk juga gedung-gedung, dan transportasi massal.

"Di mana-mana mereka pengalaman sekali membangun properti di bawah tanah, termasuk di sky building, termasuk gedung-gedung, mass transportasinya, termasuk pengelolaan air limbah. Kita juga ingin kaya begitu," kata Ahok.

Dalam pertemuan dengan Boris Johnson, Ahok juga membahas perumahan di Jakarta. Terutama rumah-rumah murah untuk rakyat. London sudah melakukan hal tersebut sudah sejak lama.

"Di sana juga mengalami yang sama, kebutuhan rumah-rumah murah. Pengembangan London luar biasa. Tapi dia sudah lewatkan masa itu. Jadi kita yang harus belajar‎," ucapAhok.

Ahok mengemukakan, selain transportasi, agar bisa menggelar Asian Games 2018 di Jakarta secara sukses, pihaknya akan berguru dengan London yang sukses menyelenggarakan Olimpiade 2012. "Kita pengin Asian Games sukses. Kita mau belajar dari mereka (London). Mereka persiapan untuk Olimpiade 2012 lalu itu 10 tahun, kita nggak sampai," kata mantan politisi Gerindra itu.

Kata Ahok, Walikota Boris siap memberikan masukan dan bantuan lainnya kepada Jakarta. Sehingga dengan kapasitasnya yang sama dengan London sebagai ibukota negara, Jakarta juga diharapkan bisa mendulang sukses serupa. "Dia (Boris Johnson) mau bantu," ucap dia.

Meski belum terlihat jelas, Ahok mengatakan Pemprov DKI sudah memetakan pembenahan fasilitas olahraga, tempat tinggal atlet berupa apartemen sewaan atau bangunan baru, dan lainnya untuk Asian Games nanti. Seperti rencana pembangunan venue olahraga yang baru, perbaikan venue lama, juga transportasi.

Sementara itu, Boris mengakui pihaknya akan melakukan kerjasama dengan Jakarta dalam hal persiapan jelang Asian Games. "Kami punya pengalaman bagaimana mempersiapkan fasilitas dan infrastruktur untuk Olimpiade. Jadi mungkin kita akan bekerja sama," jelas Boris.

London Juga Belajar dari Jakarta

Bukan hanya Jakarta yang memetik pelajaran dari London, tapi juga sebaliknya. Walikota London Boris Johnson mengaku dirinya juga belajar dari Jakarta soal kegiatan Car Free Day(CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Ia berniat ingin menerapkan kegiatan itu di London. "Saya terkesan atas semua hal yang saya lihat di Jakarta. Apa yang kalian lakukan seperti Car Free Day sangat luar biasa. Saya ingin melakukannya juga di London," kata Boris.

Ia juga memuji warga Jakarta yang memiliki motivasi bangun pagi dan berkumpul di Car Free Day untuk berolahraga bersama. Johnson menginginkan agar warga London juga melakukan hal yang sama seperti di ibukota negara Indonesia ini, yakni bangun pagi dan berolahraga. Sebab hal itu tak mudah dilakukan. Apalagi di kota-kota besar.

"Saya ingin membuat warga London bangun dari tempat tidurnya di pagi hari. Kami harus belajar dari Jakarta seperti Car Free Day. Ini kegiatan yang sangat berani. Tidak mudah mengajak orang-orang bangun pagi dan melakukan kegiatan seperti ini. Saya sangat terkesan," ucap Johnson.

Selain itu, menurut Boris, Jakarta selama ini telah mengalami kemajuan yang luar biasa. Dia mengaku terkesan dengan perkembangan transportasi umum dan ekonomi di Jakarta. Boris mencontohkan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) yang sedang berjalan. Begitu juga dengan infrastruktur transportasi Jakarta yang lain.

"Jakarta mengalami kemajuan yang luar biasa dibanding tahun lalu. Jakarta siap menjadi pusat keuangan dan transportasi. Seperti infrastruktur, kereta bawah tanah, stasiun yang baik. Saya sangat terkesan," ungkap Boris.

Dalam kunjungannya, Walikota Boris memberikan 12 unit sepeda kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk digunakan petugas patroli di Monumen Nasional (Monas). Pemberian itu diserahkan secara simbolis dari Boris kepada Ahok, dan disaksikan langsung oleh Jokowi.

Boris Mirip Jokowi

Walikota London Boris Johnson tiba di Jakarta pada Sabtu 29 November lalu. Dia langsung mengunjungi Ahok di rumah dinas Gubernur DKI di kawasan Taman Suropati, Menteng. Meskipun dalam kondisi hujan rintik, Boris tetap berjalan keluar dari mobil menuju kediaman Ahok, tanpa pengawalan ketat.

Sosok Boris dikenal cuek dan juga suka turun ke jalan meninjau area penting di London. Ahok menilai sifat Boris tersebut mirip dengan karakter Jokowi yang gemar blusukan. Kata Ahok, Boris dan Jokowi juga sama-sama penyuka musik rock and roll.

"Iya-iya benar, saya nggak heran Olimpiade (2012 London) bisa sukses. Gayanya koboi banget. Cuek gayanya kan. Lihat saja rambutnya. You look like a rockstar," ujar Ahok, sambil tertawa kecil.

Dibilang mirip dengan Boris, Jokowi balik bertanya, apakah dirinya benar memiliki kesamaan dengan Walikota London tersebut. "Ya bandingkan saja mirip nggak?" ucap Jokowi.

"Sama-sama rockstar," celetuk Ahok mengulang ucapannya semalam. Sontak Presiden Jokowi dan Boris yang berambut gondrong pun tertawa.

Kemudian, Jokowi menceritakan awal mula Walikota Boris datang ke Jakarta. Kata Presiden ke-7 RI tersebut, ia sudah lama berkirim surat dengan Boris untuk bekerja sama.

"Kira-kira setahun yang lalu Mayor Boris kirim surat mau ke Jakarta. Saya jawab silakan datang tetapi waktu datang ke sini, saya sudah menjadi presiden. Surat menyuratnya seperti itu," beber Jokowi.

Baru pada tahun ini, Boris memiliki kesempatan berkunjung ke Jakarta. Meski kini Jokowi sudah tak menjabat lagi sebagai Gubernur DKI, ia merasa sudah berjanji menemui Boris maka ia pun turut mendampingi Ahok menerima bantuan sepeda tersebut.

"Saya sudah janji silakan, waktu itu waktu masih jadi gubernur," jelas Jokowi.

Ia mengatakan, saat menjadi orang nomor 1 di Jakarta dan mendapat tawaran kunjungan dari Boris, Jokowi ingin belajar manajemen kota besar seperti London misalnya transportasi dan berpikir untuk melakukan kunjungan balik. Namun, karena kursi Gubernur telah diduduki Ahok, maka menurut dia sudah tugas Ahok-lah untuk meneruskan rencana tersebut.

"Kan udah ada Pak Ahok," kata Jokowi.

Ahok pun kemudian menimpali jawaban Pak Presiden itu. "Lumayan ke London," celetukAhok sembari tersenyum.

Secara wilayah, London lebih luas dari Jakarta. London seluas 1.572 kilometer persegi, sedangkan Jakarta 740.3 kilometer persegi. Namun dilihat dari jumlah penduduk, Jakarta lebih padat. Ibukota Indonesia dihuni oleh sekitar 10 juta jiwa, sementara London sekitar 8 juta jiwa.

Dengan kondisi itu, Ahok mungkin harus lebih keras memajukan Ibukota dengan belajar kepada Boris. Boris juga ingin menyerap ilmu Ahok di Jakarta untuk diterapkan di London. Diharapkan keduanya bisa sama-sama memajukan ibukota yang mereka pimpin. Semoga... (Riz/Ans)

Sumber : Liputan6.com

Walikota London: Jakarta Maju Luar Biasa



Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kiri) bersama Walikota London Boris Johnson (kanan) memberikan keterangan pers usai mengadakan pertemuan di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta (Antara)



Liputan6.com, Jakarta - Walikota London Boris Johnson mengunjungi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Dalam lawatannya, pria yang gemar mengendarai sepeda itu melontarkan pujian terhadap ibukota.



"Jakarta has a fantastic progress than last year (Jakarta mengalami kemajuan yang luar biasa dibanding tahun lalu)," kata Boris usai menyerahkan sumbangan sepeda secara simbolis kepada Pemprov DKI, di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (30/11/2014).



Dirinya mengaku terkesan dengan perkembangan transportasi umum dan ekonomi di Jakarta. Boris mencontohkan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) yang sedang berjalan. Begitu juga dengan infrastruktur transportasi Jakarta yang lain.

"Jakarta ready being central financial and transportation. Like the infrastructure, underground train, how you get value station. I'm very impressed (Jakarta siap menjadi pusat keuangan dan transportasi. Seperti infrastruktur, kereta bawah tanah, stasiun yang baik. Saya sangat terkesan)," kata dia.

Selain melihat kondisi Ibukota Indonesia, Boris Johnson juga memberikan bantuan sebanyak 12 unit sepeda untuk digunakan di Monas. Presiden Jokowi yang turut hadir untuk menyaksikan penyerahan bantuan sepeda itu menjelaskan kedatangan Boris ke Jakarta sebenarnya berawal dari surat menyuratnya dengan walikota yang gemar bersepada itu.

"Kira-kira setahun yang lalu Mayor Boris kirim surat mau ke Jakarta. Saya jawab silakan datang tetapi waktu datang ke sini, saya sudah menjadi presiden. Surat menyurat seperti itu," kata Jokowi.

Baru pada tahun ini, Boris memiliki kesempatan berkunjung ke Jakarta. Meski saat ini dirinya sudah tak menjabat lagi sebagai Gubernur DKI, Jokowi merasa sudah berjanji menemui Boris maka ia pun turut mendampingi Ahok menerima bantuan tersebut pagi ini.

Penyerahan tersebut juga disaksikan oleh Kepala UP Monas Rini Hariani, Kepala BPKD Heru Budi Hartono, Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah. (Riz/Mut)

Sumber : Liputan6.com

Ahok Ingin Jakarta Seperti London



   Ilustrasi Ahok (Liputan6.com/Johan Fatzry)



Liputan6.com, Jakarta Hasrat menjadikan Jakarta seperti kota-kota di negara maju dicetuskan Ahok. Gubernur DKI Jakarta bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama ini ingin Jakarta seperti London, ibukota Inggris.



"Kita mesti belajar dari negara majulah," ujar Ahok di Rumah Dinas Gubernur DKI, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/11/2014). Ahok baru saja menerima kunjungan Walikota London Boris Johnson.

Menurut Ahok, pemerintah kota London punya pengalaman yang banyak dalam membangun tata ruang kotanya. Seperti pembangunan properti bawah tanah. Termasuk juga gedung-gedung, dan transportasi massal.

"Di mana-mana mereka pengalaman sekali membangun properti di bawah tanah, termasuk di sky building, termasuk gedung-gedung, mass transportasinya, termasuk pengelolaan air limbah. Kita juga ingin kaya begitu," kata Ahok.

Dalam pertemuan dengan Boris Johnson, Ahok juga membahas perumahan di Jakarta. Terutama rumah-rumah murah untuk rakyat. London sudah melakukan hal tersebut sudah sejak lama.

"Di sana juga mengalami yang sama, kebutuhan rumah-rumah murah. Pengembangan London luar biasa. Tapi dia sudah lewatkan masa itu. Jadi kita yang harus belajar‎," ucap Ahok.

Berbagi Pengalaman

Boris Johnson dalam penuturannya menyampaikan telah berbagi pengalaman dalam menangani Kota London‎ kepada Ahok. Misalnya terkait sistem transportasi dan perumahan.

"Banyak masalah yang kita share. Sistem transportasi, masalah rumah murah di sana juga pernah jadi isu besar. Di Jakarta saya rasa juga iya," ujar Johnson.

Johnson mengatakan ada saran untuk bekerja sama antarkota antara pemerintah provinsi Jakarta dengan London. Terutama terkait dengan beberapa ide untuk pengembangan‎ Jakarta.

"Ada saran mungkin kita bisa membuat kerja sama, beberapa ide bersama untuk pengembangan Jakarta," demikian Boris Johnson.


Sumber : Liputan6.com

Proyek Peninggian Jl Arjuna Utara Bikin Macet

Para pengguna jalan mulai mengeluhkan proyek peninggian Jl Arjuna Utara, Kebon Jeruk dan Jl Daan Mogot KM 13, Pesing, tepanya dari arah Cengkareng menuju Grogol. Selain tidak adanya rambu lalu lintas di sekitar lokasi proyek, peninggian ruas jalan itu juga memicu terjadinya kemacetan panjang.

" sejak adanya proyek peninggian jalan jadi sering macet karena terjadi penyempitan jalan"

Peninggian ruas jalan di kedua lokasi tersebut sebetulnya sangat baik karena untuk menghindari genangan yang kerap muncul, terutama saat musim penghujan seperti saat ini. Sayangnya, di lokasi proyek tidak dilengkapi rambu-rambu lalu lintas sehingga dinilai bisa membahayakan keselamatan para pengendara yang melintas.

Pantauan beritajakarta.com, proyek peningggian Jl Arjuna Utara setinggi kira-kira satu meter dengan panjang sekitar 500 meter. Sedangkan di Jl Daan Mogot, betonisasi serta peninggian jalan setinggi hampir satu meter dengan panjang sekitar 400 meter. 

Kondisi jalan semakin parah dan terkesan semrawut lantaran di sepanjang jalan yang mengalami peninggian terdapat batu koral berukuran besar yang terlihat berserakan. "Biasanya kalau lewat Jalan Arjuna Utara jarang sekali macet, tapi sejak adanya proyek peninggian jalan jadi sering macet karena terjadi penyempitan jalan," ujar Wawan, salah seorang pengendara yang melintas Minggu (30/11).

Sementara itu, Wakasatlantas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Budiyono menuturkan, peninggian kedua ruas jalan tersebut memang tengah berlangsung dan untuk mengantisipasi genangan terutama saat hujan berlangsung. "Di kedua ruas jalan tersebut memang rawan tergenang, makanya saat ini tengah ditinggikan. Setiap hari kami kerahkan petugas untuk meminimalisir kemacetan yang terjadi," kata Budiyono.

Pihaknya, kata Budiyono, segera berkoordinasi dengan unit terkait agar segera menuntaskan proyek peninggian kedua ruas jalan tersebut. "Agar kemacetan tidak semakin parah, kami berharap unit terkait segera menyelesaikan proyek tersebut," tandasnya.

Sumber : http://beritajakarta.com/

Tempoe Doeloe












Tjahjo Ingatkan Ahok Menang di Jakarta karena Dukungan Partai


WARTA KOTA/ANGGA BNGubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta memasuki ruangan kerja usai pelantikan di Balaikota Jakarta, Senin (15/10/2012). Jokowi-Ahok terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Periode 2012-2017.




BOGOR, KOMPAS.com- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, mengingatkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok soal jasa partai pengusung. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menyebut Ahok bisa memimpin Jakarta karena dukungan partai.



"Dia (Ahok) jadi gubernur karena partai, kalau sekarang dia menolak wakilnya dari partai, ya silakan anda sendiri (yang menilai)," kata Tjahjo di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis, (29/11/2014).



Ahok yang merupakan mantan kader Partai Gerindra naik menjadi Gubernur DKI Jakarta setelah Joko Widodo (Jokowi) menang Pemilu Presiden 2014. Ia kemudian memilih dua orang kader PDIP untuk ditunjuk sebagai Wakil Gubernur, yakni mantan Wali Kota Blitar Djarot Syaiful Hidayat serta mantan Wali Kota Surabaya, Bambang DH.



Ahok juga sempat disodorkan nama Boy Sadikin yang juga merupakan kader PDIP, namun Ahok menolak nama anak mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin itu. Kata Tjahjo adalah hak Ahok dan PDIP partai yang menaungi Jokowi untuk menentukan siapa wakil Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya yang terpenting dari pendamping Ahok adalah dia harus diterima rakyat.

"Yang penting masyarakat mendukung dan setuju," ujarnya. (Nurmulia Rekso Purnomo)


Sumber : Kompas

 
Design by Lembaga Musyawarah Kerlurahan Duri Kepa | Bloggerized by Lasantha - LMK DURI KEPA | Online Project management